Al-Rasyid.id -- Khutbah Jumat di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 15 Muharram 1447 H / 11 Juli 2025 M, yang disampaikan oleh Ust. Hajarul Akbar, MA, mengangkat tema besar tentang pentingnya keadilan dan perbuatan baik (ihsan) dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keimanan yang sejati.
Dengan merujuk kepada firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 90:
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90)
Khatib mengingatkan bahwa Islam tidak hanya bicara soal ritual seperti salat dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama manusia. “Jangan sampai kita rajin ke masjid, tapi lalai dalam menunaikan keadilan kepada keluarga sendiri,” ungkapnya.
Keadilan, menurut beliau, harus dimulai dari lingkungan terkecil: keluarga. Ia memberi contoh sederhana tentang orang tua yang berlaku tidak adil terhadap anak-anaknya. “Ketidakadilan, meskipun kecil, bisa meninggalkan luka panjang dan membentuk generasi yang rapuh,” tegasnya.
Khutbah ini juga menekankan pentingnya menjadi muhsinin, yakni orang-orang yang secara konsisten melakukan perbuatan baik dalam hidupnya. Bukan hanya ibadah formal, tetapi juga perilaku sosial yang luhur. “Firdaus bukan untuk mereka yang hanya hadir di masjid, tetapi bagi yang menjadikan kebaikan sebagai napas hidup,” kutipnya.
Di akhir khutbah, khatib mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah atau refleksi diri:
“Sudahkah kita adil kepada pasangan, anak, tetangga, dan rekan kerja kita? Apakah kita hanya baik saat dilihat, atau juga ketika tidak diperhatikan manusia?”
Khutbah ini menjadi pengingat kuat bahwa kesalehan yang sebenarnya adalah yang menyeimbangkan hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada manusia. Islam adalah agama yang menuntun manusia menjadi pribadi adil, baik, dan bermanfaat bagi sekitarnya. []
