-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jamaah Diminta Tidak Menyalahgunakan Antara Permintaan Izin dan Maaf

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T06:49:09Z

 


Al-Rasyid.id | Banda Aceh — Jamaah diingatkan agar tidak terjebak dalam kebiasaan menyalahgunakan antara keharusan meminta izin dan meminta maaf dalam kehidupan sehari-hari. Meminta maaf dinilai penting, namun jangan sampai mengabaikan kewajiban meminta izin terlebih dahulu sebelum melakukan suatu tindakan.


Pesan tersebut disampaikan Dr. Bukhari Ali, MA, akademisi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam kultum zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry, Rabu (29/4/2026) bertepatan dengan 11 Zulqa’dah 1447 H.


Dalam tausiyahnya, Bukhari Ali menyoroti fenomena sosial yang kerap terjadi di masyarakat, di mana banyak orang lebih memilih mengabaikan meminta izin lebih dulu, lalu hanya mengandalkan permintaan maaf di akhir.


“Sering kita temui orang mengambil jalan cepat. Daripada meminta izin tetapi khawatir tidak diberi, mereka tetap melakukannya, lalu nanti cukup meminta maaf,” ujarnya.


Menurutnya, pola seperti ini kurang baik jika terus dibiasakan, karena dapat mendorong seseorang menabrak kepatutan, etika, bahkan regulasi dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.


Dengan gaya humor, ia mencontohkan persoalan rumah tangga, seperti suami yang ingin berpoligami. Menurutnya, meskipun izin isteri mungkin tidak selalu diwajibkan secara formal, meminta izin tetap lebih bijak sebagai bentuk penghargaan terhadap pasangan.


“Jangan nanti hanya minta maaf setelah ketahuan. Lebih baik minta izin. Kalau isteri tidak setuju, ya jangan dilakukan,” katanya.


Ia juga menyinggung pentingnya meminta izin dalam dunia akademik dan pekerjaan, seperti dosen atau karyawan yang ingin melanjutkan studi atau bepergian, agar mendahulukan izin sebelum berangkat, bukan sekadar meminta maaf setelah terjadi masalah.




Bukhari menegaskan bahwa nilai meminta izin memiliki landasan kuat dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Umat Islam diajarkan meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain, bahkan para sahabat Nabi pun diajarkan adab tersebut ketika hendak memasuki rumah Rasulullah SAW.


“Nilai ini harus diajarkan kepada anak-anak dan mahasiswa kita agar terbiasa dengan sopan santun, permisi saat hendak lewat, serta meminta maaf ketika berbuat salah,” tambahnya.


Ia juga menyoroti adagium yang berkembang di masyarakat bahwa banyak orang sulit melakukan dua hal: meminta maaf dan mengucapkan terima kasih. Menurutnya, jika ditambah lagi dengan sulit meminta izin, maka hal itu dapat merusak relasi pribadi maupun sosial.


“Jika orang semakin berat meminta izin, meminta maaf, dan berterima kasih, maka hubungan baik antar sesama bisa hancur,” pungkasnya.


Laporan: Saif

×
Berita Terbaru Update