-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Memotivasi Pelatihan Imam dan BKM di UIN Ar-Raniry, Dr. Sultan Faisal Alremeithi: Masjid Wadah Perekat Umat Sangat Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T11:09:38Z



Al-Rasyid.id | Banda Aceh – Masjid merupakan lembaga yang sangat penting dalam merekatkan hubungan antarkelompok, bangsa, dan kebudayaan kaum muslimin.


Ketua Yayasan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Dr. Sultan Faisal Alremeithi, menyampaikan hal itu saat memberi pengantar pada pelatihan Imam dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di ruang teater gedung museum UIN Ar-Raniry, Rabu (20/5/2026).


Menurut Dr. Sultan, pelatihan penguatan kapasitas imam dan pengelola masjid sangat penting karena mengingatkan umat Islam pada langkah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ketika meletakkan batu pembangunan Ka’bah sebagai masjid pertama dan kiblat kaum muslimin.


Ia juga menyinggung perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Menurutnya, hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun Masjid Nabawi sebagai pusat peradaban dan penguatan umat Islam.


“Jadi masjid yang kuat dan dikelola dengan baik itu sangat penting,” ujar tokoh berkebangsaan Uni Emirat Arab (UEA) tersebut.


Dr. Sultan juga menyampaikan bahwa masyarakat UEA memiliki perhatian besar terhadap pembangunan masjid dan surau di Indonesia sebagai bentuk hubungan persaudaraan dan saling menguatkan antara kedua bangsa.


Ia menyebutkan salah satu wujud kerja sama tersebut adalah berdirinya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo di Jawa Tengah.


Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan pembangunan satu masjid di kampus UIN Ar-Raniry. Ia berharap rencana tersebut semoga dapat segera terealisasi dalam waktu dekat dan meminta doa dari seluruh pihak.


Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, yang hadir bersama Dr. Sultan, menyambut baik rencana pembangunan masjid bantuan UEA di lingkungan kampus tersebut.




Menurut rektor, selama ini sudah ribuan masjid dan surau bantuan UEA tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun, untuk Aceh, pembangunan masjid di kampus UIN Ar-Raniry direncanakan menjadi yang pertama.


“Semoga setelah ini selesai akan ada masjid-masjid bantuan lainnya di Aceh,” ujarnya.


Prof. Mujiburrahman juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan imam dan BKM tersebut. Ia berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan pada masa mendatang agar masjid-masjid di Banda Aceh dan Aceh Besar dan seluruh Aceh semakin kuat dan maju dalam melayani masyarakat.


Pelatihan bertema “Penguatan Kompetensi Imam dan Tata Kelola Masjid yang Profesional, Moderat, dan Melayani Umat” itu diselenggarakan selama satu hari oleh Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama (PKMB) bersama Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry.


Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri utama Prof. Ilham Maulana dan Ust. T. Mardhatillah, serta diikuti sekira 200an para imam, pengurus BKM, dan remaja masjid representatif dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.


Laporan Saif.

×
Berita Terbaru Update