Al-Rasyid.id I Banda Aceh — Akademisi FTK UIN Ar-Raniry, Dr. Tarmizi Ninoersy, mengingatkan warga kampus agar tidak berpikir biasa-biasa saja, melainkan membangun pola pikir analitis dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam tausiyah zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu, 3 Zulhijjah 1447 H bertepatan dengan 20 Mei 2026.
Dalam tausiyahnya, Tarmizi menegaskan bahwa insan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab intelektual untuk berpikir mendalam sebelum mengambil keputusan maupun tindakan.
“Kita warga kampus perguruan tinggi tidak berpikir biasa saja, tetapi berpikir analitis sebelum bertindak untuk memberi solusi dari berbagai masalah yang kita hadapi dan dihadapi oleh masyarakat sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, momentum Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei sejatinya merupakan simbol kebangkitan intelektual dan kebangkitan cara berpikir masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Alquran sangat banyak memuat ayat yang memerintahkan manusia untuk berpikir sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Selain itu, para filosof juga telah memberikan berbagai penjelasan tentang pentingnya berpikir secara terstruktur, sistematis, dan melalui tahapan yang matang sebelum sampai pada kesimpulan maupun tindakan.
Tarmizi juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berbicara dan bertindak. Ia menyebutkan bahwa nasihat orang tua terdahulu agar berpikir berkali-kali sebelum mengambil keputusan masih sangat relevan dalam kehidupan saat ini.
Selain itu, ia mengaitkan budaya berpikir dengan perintah membaca “Iqra’” dalam Alquran. Menurutnya, semangat membaca dan berpikir harus terus hidup di lingkungan kampus, termasuk di UIN Ar-Raniry yang menjadikan ikon “Iqra’” sebagai pengingat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus belajar dan berpikir kritis.
Menutup tausiyahnya, Tarmizi menganjurkan para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa agar tidak terbawa emosi serta kebiasaan berpikir dangkal yang berkembang di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh insan kampus menjaga marwah kaum terdidik dengan mengedepankan intelektualitas, kebijaksanaan, dan kedewasaan dalam berpikir maupun bertindak.
Laporan Saif