-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan Keimanan, Hijrah, dan Jihad

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T22:00:00Z



Oleh Saifuddin A. Rasyid 


Al-Rasyid.id | Umat Islam saat ini berada pada penghujung tahun 1447 Hijriyah. Dalam waktu yang sangat dekat, kita akan meninggalkan lembaran waktu yang telah berlalu dan memasuki tahun baru 1448 Hijriyah. 


Pergantian tahun Islam bukan sekadar perubahan angka dalam kalender, tetapi merupakan momentum spiritual yang sangat penting untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap perjalanan kehidupan yang telah kita lalui selama satu tahun terakhir.


Momentum tahun baru Hijriyah mengingatkan kita untuk melihat kembali capaian ibadah, kualitas keimanan, serta kontribusi yang telah kita berikan bagi keluarga, masyarakat, dan agama. 


Sudah sejauh mana kita melaksanakan perintah Allah? Sudah berapa banyak kebaikan yang berhasil kita lakukan? Dan sejauh mana kita mampu menghindari dosa serta berbagai hal yang menjauhkan diri dari rahmat-Nya?


Keutuhan Iman


Pergantian tahun ini juga menjadi saat yang tepat untuk menilai kembali keutuhan iman kita di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dunia modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi menghadirkan banyak kemudahan, namun pada saat yang sama juga melahirkan berbagai ancaman terhadap akhlak, moral, dan nilai-nilai keislaman. 


Arus informasi yang tidak terbendung, budaya hedonisme, individualisme, serta berbagai bentuk kemaksiatan yang mudah diakses menjadi ujian berat bagi keimanan umat Islam.


Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dituntut untuk tetap bersabar dan menjaga keteguhan iman. Iman adalah pondasi utama tempat kita berpijak. Iman adalah sumber kekuatan yang membuat kita tetap istiqamah menjalani kehidupan. Iman pula yang menjadi niat dasar dan motivasi hidup untuk terus berjalan menuju ridha Rabbul Izzati. 


Tanpa iman yang kuat, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh berbagai godaan dan tekanan zaman.


Karena itu, menjaga iman bukan hanya menjadi kebutuhan pribadi, tetapi merupakan tugas utama setiap Muslim. Kita bertanggung jawab menjaga keimanan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitar kita. 


Membiarkan iman diterobos oleh berbagai anasir kejahatan, bisikan syaitan, dan pengaruh yang merusak nilai-nilai Islam merupakan kerugian besar yang akibatnya bukan hanya dirasakan di dunia, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah pada hari perhitungan kelak.


Jihad, Fokus Serius


Di samping memperkuat iman, tahun baru Hijriyah juga mengingatkan kita tentang pentingnya semangat jihad. 


Jihad tidak semata-mata dipahami dalam makna peperangan, tetapi mencakup seluruh perjuangan sungguh-sungguh, fokus dan serius, untuk menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan. 


Jihad diwujudkan dalam usaha memperbaiki diri, menuntut ilmu, bekerja secara profesional, mendidik keluarga, menjaga kejujuran, melawan hawa nafsu, serta membangun masyarakat yang lebih baik sesuai tuntunan syariat.


Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana semangat jihad itu masih hidup dalam diri kita? Apakah kita masih berjuang untuk mempertahankan kualitas ibadah? Apakah kita masih berusaha menjaga keluarga dari pengaruh buruk lingkungan? Apakah kita masih memiliki kepedulian terhadap kemaslahatan masyarakat dan umat?


Hijrah Ke Lebih Baik


Selain itu, pergantian tahun Hijriyah juga mengajak kita memahami kembali makna hijrah. 


Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. 


Hijrah adalah keberanian meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang diridhai Allah. 


Hijrah adalah transformasi diri menuju kualitas hidup yang lebih mulia dan lebih dekat kepada-Nya.


Pertanyaan penting yang harus dijawab setiap Muslim adalah: sudahkah kita berhijrah? Sudahkah kita meninggalkan dosa-dosa yang selama ini menghambat kemajuan spiritual kita? 


Sudahkah kita berpindah dari kemalasan menuju produktivitas, dari kelalaian menuju kesadaran, dari keburukan menuju kebaikan?


Kabar Kemenangan


Allah SWT memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang menggabungkan iman, hijrah, dan jihad dalam kehidupannya. 


Dalam Surah Al-Baqarah ayat 218, Allah berfirman bahwa orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah adalah mereka yang mengharapkan rahmat Allah. 


Demikian pula dalam Surah At-Taubah ayat 20, Allah menegaskan bahwa orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta serta jiwa mereka di jalan Allah akan memperoleh derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.


Kemenangan terbesar bagi seorang Muslim bukanlah semata-mata keberhasilan duniawi, melainkan kemampuan untuk tetap bertahan dalam naungan rahmat Allah dan memperoleh ridha-Nya. 


Kemenangan yang nyata adalah ketika seseorang mampu menjaga keimanan di tengah badai kehidupan, mempertahankan ketakwaan di tengah berbagai godaan, dan terus berada di jalan yang diridhai Allah hingga akhir hayatnya.


Karena itu, memasuki tahun 1448 Hijriyah, janganlah kita bersikap apatis terhadap kehidupan. Jangan pernah merasa sendirian karena Allah dan Rasul-Nya senantiasa menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman. 


Sebaliknya, jangan pula bersikap permisif terhadap ucapan, sikap, dan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. 


Jagalah diri agar tetap sejalan dengan perintah Allah dan tuntunan Rasulullah SAW.


Ketika menghadapi berbagai tekanan hidup, baik yang datang dari luar maupun yang muncul dari dalam diri sendiri, hendaknya kita segera beristighfar dan kembali kepada Allah. 


Jangan membiarkan diri terus berada dalam lingkaran dosa dan kesalahan. Keluarlah dari jeratan syaitan, segeralah berhijrah, bertaubat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Mari menyambut tahun baru 1448 Hijriyah dengan memperbarui iman, menguatkan semangat hijrah, dan meneguhkan jihad dalam arti yang sesungguhnya. 


Mari memohon ampunan kepada Allah atas segala kekurangan yang telah lalu dan meminta pertolongan-Nya agar diberikan kekuatan untuk menjadi hamba yang lebih taat dan lebih dicintai-Nya.


Semoga dengan rahmat dan ridha Allah SWT, kita mampu menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih bermanfaat bagi sesama. 


Sebab hanya dengan rahmat dan ridha-Nya, manusia akan memperoleh kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin.


Wallahu A’lam


Bada Aceh, 12 Juni 2026


(Penulis adalah akademisi FAH UIN Ar-Raniry, bendahara ICMI Aceh)

×
Berita Terbaru Update