-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Shalat Subuh Berjamaah Membentuk Pribadi Muslim yang Berakhlak Mulia

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T17:33:17Z

 


Banda Aceh, 28 Juni 2026 – Shalat Subuh berjamaah merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dan harus senantiasa diupayakan oleh setiap Muslim sebagai jalan mendidik diri agar semakin dekat kepada Allah SWT. Kedekatan tersebut diwujudkan melalui kesungguhan dalam melaksanakan ibadah, khususnya shalat berjamaah, yang diiringi dengan pembinaan akhlak mulia sebagaimana dituntunkan oleh Rasulullah SAW.


Hal tersebut disampaikan penceramah, Ustaz Afrizal Sofyan, dalam tausiyah Subuh Komunitas Safari BBC di Masjid Al-Hidayah, Gampong Prada, Banda Aceh, Ahad (28/6/2026), bertepatan dengan 13 Muharram 1448 Hijriah.


Dalam tausiyahnya, Ustaz Afrizal menjelaskan bahwa keteguhan seseorang dalam beribadah akan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, ada enam karakter utama yang tampak pada seorang Muslim yang istiqamah dalam ibadah.


Pertama, tidak menyakiti orang lain, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa seorang Muslim sejati adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Ia juga mengingatkan bahwa seseorang yang rajin melaksanakan shalat dan memperbanyak sedekah, namun gemar menzalimi orang lain, terancam memperoleh balasan yang berat di akhirat.


Kedua, menunaikan hak-hak sesama manusia. Bentuknya antara lain membiasakan mengucapkan salam, berbagi makanan, serta menyambung tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat.


Ketiga, memiliki sikap ihsan, yakni senantiasa berbuat baik dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Menurutnya, membantu menyelesaikan persoalan orang yang membutuhkan merupakan amal yang sangat dicintai Allah SWT. Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa membantu memenuhi kebutuhan saudaranya lebih utama daripada beriktikaf dalam jangka waktu tertentu di Masjid Nabawi, yang memiliki keutamaan pahala berlipat dibandingkan masjid-masjid lainnya selain Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa. Allah SWT juga mencintai dan memuliakan orang-orang yang mendahulukan kepentingan saudaranya yang sedang membutuhkan.


Keempat, mudah memaafkan kesalahan orang lain. Ustaz Afrizal mengatakan bahwa meminta maaf memang merupakan akhlak yang baik, tetapi memberi maaf adalah sikap yang lebih utama. Karena itu, setiap Muslim hendaknya berlapang dada memaafkan saudara-saudaranya yang melakukan kekhilafan.


Kelima, menepati janji. Ia menegaskan bahwa seorang Muslim pantang mengingkari janji karena sikap tersebut merupakan salah satu ciri kemunafikan sebagaimana diperingatkan dalam hadis Rasulullah SAW.


Keenam, mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri. Menurutnya, sifat ini merupakan fondasi persaudaraan Islam yang akan melahirkan kehidupan masyarakat yang harmonis, saling peduli, dan dipenuhi kasih sayang.


Di akhir tausiyahnya, Ustaz Afrizal mengajak jamaah untuk menjadikan shalat Subuh berjamaah sebagai titik awal membangun kedisiplinan ibadah dan memperkuat akhlak. Ia menegaskan bahwa kualitas ibadah tidak hanya diukur dari banyaknya amalan ritual, tetapi juga dari sejauh mana ibadah tersebut melahirkan kepedulian, kejujuran, kasih sayang, dan kemuliaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update