-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tausiyah di Fathun Qarib UIN Ar-Raniry, Dr. Muhammad Zaini, M.Ag: Dekatlah dengan Al-Qur’an untuk Meraih Kebaikannya

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-03T15:17:11Z


Al-Rasyid.id | Banda Aceh – Umat Islam diajak untuk senantiasa mendekatkan diri dan berinteraksi dengan Al-Qur’an agar memperoleh berbagai kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.


Dosen Fakultas Usuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyampaikan hal itu dalam tausiyah Zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (3/6/2026), bertepatan dengan 17 Zulhijah 1447 H.


“Marilah kita menjadi orang-orang terbaik dengan mendekat dan berinteraksi secara baik dengan Al-Qur’an agar memperoleh kebaikan berupa pahala dan menjadikannya sebagai sahabat yang akan memberi syafaat kepada kita ketika dibangkitkan pada hari kiamat,” ujarnya.


Dalam tausiyahnya, Muhammad Zaini mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Menurutnya, intensitas waktu dan interaksi seseorang dengan Al-Qur’an menjadi indikator sejauh mana ia berupaya meraih kemuliaan yang dijanjikan Allah SWT.


Ia menjelaskan bahwa terdapat banyak bentuk kemuliaan Al-Qur’an yang dapat disaksikan dalam kehidupan manusia. 

Al-Qur’an dibaca oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia, termasuk oleh mereka yang belum memahami artinya dan maknanya secara mendalam.


“Al-Qur’an juga dihafal huruf demi huruf oleh manusia. Bahkan jika seluruh mushaf Al-Qur’an dimusnahkan, ia tetap dapat dituliskan kembali karena tersimpan dalam hafalan para penghafalnya,” katanya.


Kemuliaan berikutnya, lanjut Muhammad Zaini, adalah adanya aturan yang sangat rinci dalam membaca Al-Qur’an, mulai dari tajwid, makharijul huruf, hingga irama bacaannya. Selain itu, Al-Qur’an memiliki keterkaitan yang utuh antara huruf, kata, ayat, hingga surah, sehingga menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.


“Antara huruf pertama dan huruf terakhir, antara kalimat pertama dan kalimat terakhir saling berkaitan. Seluruh kandungannya selalu berbicara tentang hubungan Allah dengan manusia dan hubungan manusia dengan sesamanya,” jelasnya.


Menurutnya, pesan tersebut menjadi pelajaran penting bagi kehidupan sehari-hari, yakni menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.


Ia mencontohkan ibadah shalat yang diawali dengan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan diakhiri dengan salam kepada manusia. “Itu menjadi cerminan dari isi Al-Qur’an yang mengajarkan keseimbangan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama,” ujarnya.


Muhammad Zaini juga menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan ladang amal yang mendatangkan pahala. Bahkan bagi para penghafal Al-Qur’an, ketika lupa terhadap hafalannya lalu mengulanginya kembali melalui muraja’ah, hal tersebut tetap bernilai kebaikan di sisi Allah SWT.


Mengakhiri tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk semakin akrab dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai sahabat dan pemberi syafaat bagi orang yang senantiasa membacanya,” pungkasnya.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update