-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tausiyah Zuhur Di Fathun Qarib UIN Ar-Raniry: Dr. Muqni Affan Ajak Umat Islam Belajar dari Kejayaan Turki Usmani

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T07:55:09Z



Al-Rasyid.id | Banda Aceh – Akademisi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Muqni Affan Abdullah, mengajak umat Islam untuk mempelajari sejarah kejayaan Turki Usmani sebagai sumber inspirasi dalam membangun peradaban Islam masa kini.


Hal tersebut disampaikan Dr Muqni yang juga Koordinator Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama (PKMB) UIN Ar-Raniry tersebut dalam tausiyah Zuhur yang berlangsung di masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry, Rabu (10/6/2026). 


Menurutnya, perjalanan sejarah umat Islam tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil perjuangan panjang para pemimpin dan umat Islam yang bekerja keras membangun kekuatan politik, ekonomi, militer, serta peradaban ilmu pengetahuan.


“Sejarah peradaban Islam tidak hadir begitu saja. Di balik kejayaan yang pernah dicapai umat Islam terdapat perjuangan berat, pengorbanan besar, kepemimpinan yang kuat, serta semangat menuntut ilmu yang tinggi,” ujarnya.


Dr. Muqni menjelaskan bahwa Kesultanan Utsmaniyah atau Ottoman Empire merupakan salah satu peradaban Islam terbesar dalam sejarah dunia. 


Selama lebih dari enam abad, kekhalifahan tersebut menguasai wilayah yang membentang di Asia, Eropa, dan Afrika serta menjadi salah satu kekuatan global yang disegani.


Menurutnya, keberhasilan pasukan Turki Usmani menaklukkan Konstantinopel menjadi bukti nyata kejayaan umat Islam pada masanya. 


Peristiwa bersejarah itu, katanya, tidak hanya mengubah peta politik dunia, tetapi juga menandai kebangkitan peradaban Islam yang berpengaruh luas dalam berbagai bidang kehidupan.


Selain itu, Dr. Muqni mengingatkan bahwa hubungan antara Turki Usmani dan Aceh juga memiliki catatan sejarah yang penting. 


Pada masa lalu, Turki Usmani tercatat memberikan dukungan kepada Kerajaan Aceh dalam menghadapi kekuatan Portugis yang berupaya menguasai jalur perdagangan strategis di Selat Malaka.


Ia menegaskan bahwa kejayaan sejarah tersebut lahir dari tiga fondasi utama, yaitu keimanan yang kokoh, kepemimpinan yang adil, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Ketiga unsur tersebut menjadi faktor penting yang mendorong kemajuan peradaban Islam selama berabad-abad.


“Pelajaran yang patut kita ambil dari sejarah Turki Usmani adalah pentingnya memperkuat keimanan, menjaga persatuan umat, dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Inilah modal utama untuk membangun kemajuan umat pada masa kini dan masa depan,” katanya.


Dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, umat Islam menurutnya perlu menyerap nilai-nilai positif dan pengalaman sejarah masa lalu. Sejarah Turki Usmani menjadi salah satu referensi penting untuk memahami bagaimana sebuah peradaban besar dibangun dan dipertahankan.


Lebih lanjut, ia berharap generasi muda Muslim diberikan akses terhadap referensi sejarah yang kredibel agar mampu memahami perjalanan panjang peradaban Islam secara utuh. 


Dengan mengenal sejarah kejayaan umat Islam, generasi muda diharapkan memperoleh semangat dan inspirasi untuk berkontribusi dalam kemajuan umat dan bangsa, lanjutnya.


“Dengan memahami kekuatan, perjuangan, dan kemajuan yang pernah dicapai umat Islam, kita berharap lahir generasi yang percaya diri, berilmu, dan mampu mengembalikan peran umat Islam sebagai umat terbaik sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW,” pungkasnya.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update