-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Khutbah di Fathun Qarib, Dr. H. Syarifuddin, MA, PhD: Teladani Keteguhan Nabi Ibrahim Dalam Perjuangan Menegakkan Shalat dan Qurban

Jumat, 29 Mei 2026 | Mei 29, 2026 WIB Last Updated 2026-05-29T14:44:56Z


Al-Rasyid.id | Banda Aceh  - Generasi muslim diminta meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dalam menjalani ujian keimanan dan dakwah menegakkan perintah shalat dan qurban. Keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan Nabi Ibrahim menjadi teladan penting bagi umat Islam dalam menjaga ketaatan kepada Allah SWT.


Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry, Dr. H. Syarifuddin, MA, PhD, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat 29 Mei 2026 M bertepatan dengan 12 Zulhijah 1447 H.


Dalam khutbahnya, cendekiawan muslim yang akrab disapa Cekdin Solong tersebut menggarisbawahi spirit kesabaran Nabi Ibrahim AS dalam menjalani berbagai ujian berat dalam kehidupan dan perjuangan dakwahnya.


Menurutnya, dakwah Nabi Ibrahim AS tidak disambut baik oleh kaumnya, bahkan ditolak oleh penguasa negeri saat itu hingga beliau dijebloskan ke dalam api yang membara. Namun Allah SWT menyelamatkannya dari kobaran api tersebut.


“Nabi Ibrahim tetap teguh dalam menjalankan dakwah dan perintah Allah walau menghadapi ancaman besar. Keteguhan itu harus menjadi inspirasi bagi generasi muslim hari ini,” ujarnya.


Selain itu, Nabi Ibrahim AS juga diuji dengan belum dikaruniai keturunan hingga usia lanjut, sementara istrinya, Siti Hajar, juga telah berusia tua. Namun semangatnya untuk memohon kepada Allah agar diberikan keturunan saleh sebagai penerus perjuangan dakwah tidak pernah pupus.


Allah kemudian mengabulkan doanya dengan mengaruniakan seorang anak laki-laki, yakni Nabi Ismail AS. Namun setelah itu, Ibrahim kembali diuji dengan perintah membawa dan meninggalkan Hajar bersama bayi Ismail di lembah tandus yang tidak memiliki air, pertanian, maupun kehidupan, yaitu di Makkah.


Perintah tersebut dijalankan dengan penuh kepatuhan. Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di bawah perlindungan Allah SWT, seraya memohon agar mereka tetap menegakkan shalat dan menjalankan seluruh perintah Allah.


“Ibrahim tidak hanya tabah menjalankan perintah Allah, tetapi juga meninggalkan keluarganya dengan bekal kehidupan dan keimanan,” jelasnya.


Dalam khutbahnya, Syarifuddin juga menjelaskan bahwa ujian terbesar lainnya adalah ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengurbankan Ismail AS yang saat itu mulai beranjak remaja dan sangat dicintainya.


Namun Ibrahim, Hajar, dan Ismail menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang taat.


“Begitulah beratnya perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim. Ketika Allah meminta sesuatu yang sangat dicintainya, beliau tetap sanggup menjalankannya dengan ikhlas sehingga Allah menetapkannya sebagai khalilullah atau kekasih Allah,” katanya.


Ia menegaskan bahwa Ibrahim, Hajar, dan Ismail telah menjadi contoh nyata keikhlasan seorang hamba dalam beribadah kepada Tuhannya.


Mengambil momentum Iduladha, Syarifuddin mengajak umat Islam untuk memikirkan masa depan generasi muslim yang berada dalam tanggung jawab masing-masing agar tetap menegakkan shalat dan menjalankan seluruh perintah Allah.


Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak menjadi pribadi yang berat menjalankan perintah shalat dan qurban, padahal hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari ujian keimanan yang diberikan Allah SWT.


“Bandingkan dengan besarnya pengorbanan yang diminta Allah kepada Nabi Ibrahim. Namun beliau mampu menunaikannya dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya.


Laporan Saif


×
Berita Terbaru Update