-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua ICMI Aceh Terpilih, Prof Mujiburrahman: ICMI Bukan Lawan Pemerintah, tetapi Mitra

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T23:20:46Z


BANDA ACEH — Ketua terpilih Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh periode 2026–2031, Prof Dr Mujiburrahman, menegaskan ICMI Aceh ke depan harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, bukan sebagai lawan.


Menurutnya, ICMI memiliki banyak gagasan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan umat, masyarakat, dan bangsa. Namun, gagasan tersebut baru akan memberi manfaat apabila mampu dikomunikasikan dan menjadi masukan bagi pemerintah serta para pemangku kepentingan.


“ICMI bukan lawan pemerintah, tetapi mitra,” tegas Prof Mujiburrahman dalam sambutannya setelah terpilih sebagai Ketua MPW ICMI Aceh periode 2026–2031 pada Musyawarah Wilayah (Musywil) ICMI Aceh ke-8 di Hotel Azana Oasis Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).


Prof Mujib mengatakan, ICMI merupakan rumah besar umat Islam yang menghimpun para cendekiawan dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Karena itu, kebersamaan menjadi kekuatan penting yang harus terus dibangun.


“ICMI adalah rumah besar umat Islam. Maka perlu kita galang kebersamaan,” ujarnya.


Ia menilai ICMI Aceh memiliki modal yang sangat kuat untuk dikembangkan dan dikolaborasikan dengan berbagai pihak.


“Kita sudah punya modal yang sangat kuat untuk dinegosiasikan dengan multipihak,” katanya.


Modal tersebut, menurut Prof Mujib, harus disadari dan dikelola dengan baik oleh para cendekiawan yang berhimpun dalam ICMI.


“Kita para cendekiawan mesti sadar potensi dan perlu kita kelola dengan baik untuk kemajuan organisasi dan kemanfaatannya untuk umat, masyarakat dan bangsa,” katanya.


Berawal dari Amanah Prof Farid


Prof Mujiburrahman kemudian mengenang awal keterlibatannya dalam ICMI Aceh. Ia mengaku, dirinya bukanlah orang ICMI ketika pertama kali mendapat amanah dari Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, yang saat itu menjabat Ketua ICMI Aceh.


Peristiwa itu terjadi ketika Musywil ICMI Aceh digelar di Jantho pada 2021.


“Saya waktu itu bukan orang ICMI,” kenangnya.


Namun, Prof Farid memberikan dua amanah kepadanya.


“Ada dua amanah Prof Farid kepada saya. Pertama, tolong jadi ketua panitia Musywil ke-7. Kedua, tolong maju sebagai Rektor UIN Ar-Raniry,” tutur Prof Mujib.


Amanah pertama kemudian dilaksanakan. Prof Mujib dipercaya menjadi Ketua Panitia Musywil ICMI Aceh ke-7. Menurutnya, pelaksanaan Musywil tersebut berjalan dengan baik, termasuk berkat dukungan Pemerintah Aceh Besar kala itu.


Dari amanah tersebut, perjalanan Prof Mujib bersama ICMI kemudian berlanjut hingga Musywil ke-8 tahun 2026.


Ia mengakui, pada awalnya tidak pernah berpikir untuk maju sebagai kandidat Ketua MPW ICMI Aceh. Namun, dorongan dari teman-teman membuatnya mengambil keputusan untuk maju.


“Tadinya saya tidak berpikir maju sebagai kandidat ketua. Tetapi atas dorongan teman-teman, saya mengambil langkah maju,” ujarnya.


Atas kepercayaan yang diberikan Musywil, Prof Mujib menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.


Pikirkan Strategis dan Teknis


Sebagai ketua terpilih, Prof Mujib mengatakan kepengurusan periode 2026–2031 akan memikirkan berbagai hal, baik yang bersifat strategis maupun teknis, agar ICMI Aceh dapat bergerak lebih maju.


Menurutnya, kepengurusan baru tidak perlu memulai semuanya dari awal. Berbagai capaian kepengurusan sebelumnya akan menjadi pijakan dan praktik baik untuk dilanjutkan serta dikembangkan.


“Segala yang telah dicapai dalam kepengurusan sebelumnya akan kita jadikan best practice untuk jalan ke depan,” katanya.


Ia berharap ICMI Aceh dapat menjadi organisasi yang semakin kuat, bermarwah, solid, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.


“Untuk ICMI yang bermarwah dan berdampak kepada seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya.


Dalam penyusunan kelengkapan kepengurusan nantinya, Prof Mujib juga akan mempertimbangkan keterlibatan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang.


Hal tersebut dinilai penting agar kekuatan intelektual, profesional, pengalaman dan jaringan yang dimiliki para anggota ICMI dapat saling melengkapi.


“Kita akan mempertimbangkan tokoh dari berbagai latar belakang agar kita saling menguatkan untuk organisasi ini,” katanya.


Prof Mujiburrahman mengajak seluruh jajaran ICMI Aceh menjaga kebersamaan dan soliditas selama lima tahun ke depan.


Ia berharap semangat tersebut dapat dipertahankan hingga Musywil berikutnya pada 2031.


“Semoga kita solid sampai Musywil ke-9 tahun 2031,” pungkasnya.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update