-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Cara Makan Rasulullah, dan Jenis Roti Yang Beliau Makan

Kamis, 30 Oktober 2025 | Oktober 30, 2025 WIB Last Updated 2025-10-30T14:08:19Z

 


Seri “Mencintai Nabi SAW Lebih Dekat”

Ringkasan Kitab Syamail Al-Muhammadiyah

Karya Imam At-Tirmidzi, Terbitan Ummul Qura.

(Terbit Setiap Jum’at Selama Momentum Mauludun Nabiy)

Diasuh Oleh Saifuddin A. Rasyid


Materi sesi ini merupakan bagian dari : Bab 24 Cara Makan Rasulullah (6 hadis), Bab 25 Jenis Roti Yang Dimakan Rasulullah (6 hadis).


Cara Makan Rasulullah


  1. Muhammad bin Basysyar dari Ka’ab bin Malik menceritakan, “sesungguhnya Nabi SAW menjilati tiga kali jari jarinya (sehabis makan)”.
  2. Al-Hasan bin Ali Al-Khalal dari Anas dia berkata, “apabila Nabi SAW selesai makan beliau menjilati jari jarinya yang tiga”.
  3. Harun bin Ishaq Al-Hamdani dari Ka’ab bin Malik menceritakan, “Rasulullah makan dengan jari jarinya yang tiga dan menjilatinya”.
  4. Al-Husain bin Ali bin Yazid Ash-Shadai Al-Baghdadi dari Abu Juhaifah, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “aku tidak makan dengan bersandar”.
  5. Ahmad bin Mani’ dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah datang dengan membawa kurma, lalu aku melihat beliau makan sambil duduk diatas tumit (tidak tenang) karena lapar”.


Jenis Roti Yang Dimakan Rasulullah


  1. Muhammad bin Al-Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar, dari Aisyah, ia berkata, “keluarga Nabi SAW tidak pernah kenyang makan roti dari sya’ir (jelai gandum) sampai kenyang dua hari berturut turut hingga Rasulullah wafat”.
  2. Abbas bin Muhammad Ad-Duri dari Sulaim bin Amir dari Abu Umamah, berkata, “tidak ada makanan keluarga Rasulullah yang lebih baik dari pada roti dari sya’ir”.
  3. 3. Abdullah bin Muawiyah Al-Jumahi, dari Ibnu Abbas, berkata, “Rasulullah dan keluarganya (isteri) pernah tidur beberapa malam secara berturut turut dalam keadaan perut kosong, mereka tidak punya makanan untuk makan malam. Dan roti mereka yang paling banyak adalah roti dari sya’ir”.
  4. Abdullah bin Abdurrahman dari Sahl bin Sa’ad, bahwasanya pernah ditanyakan kepadanya, “apakah Rasulullah pernah memakan naqiy (gandum putih halus)?” Sahl menjawab, “Rasulullah tidak pernah melihat naqiy hingga bertemu Allah”. Kemudian dikatakan kepadanya, “apakah kalian memiliki ayakan (tapis) di masa Rasulullah?”, Sahl menjawab, “kami dulu tidak memiliki ayakan (tapis)”. Ditanyakan kepadanya, “lalu apa yang kalian perbuat dengan gandum tersebut?” Sahl menjawab, “kami meniupnya hingga beterbanganlah apa yang beterbangan darinya, lalu kami mengadonnya”.
  5. Muhammad bin Basysyar , dari Anas bin Malik, menceritakan, “Nabi Allah tidak pernah makan dengan khiwan (meja), tidak pula dengan sukurajah (piring), dan beliau juga tidak pernah dibuatkan roti yang renyah. Maka akupun berkata kepada Qatadah, “lantas dengan apa mereka makan?” Qatadah menjawab, “dengan menggunakan sufar (piring yang terbuat dari kulit)”.
  6. Ahmad bin Mani’ dari Asy-Sya’bi dari Masruq, ia berkata, “aku menemui Aisyah, lalu ia memanggilku untuk makan, dan berkata, “ketika aku kenyang karena makanan lalu ingin menangis, maka aku pun menangis”. Aku bertanya, “Kenapa?”. Dia menjawab, “Aku teringat pada keadaan ketika Rasulullah meninggalkan dunia (wafat). Demi Allah beliau tidak pernah kenyang dengan roti dan daging dalam sehari sampai dua kali”.
  7. Mahmud bin Ghailan, dari Al-Aswad bin Yazid, dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah tidak pernah kenyang makan roti dan sya’ir (jelai gandum) selama dua hari berturut turut hingga beliau wafat”.
  8. Abdullah bin Abdirrahman, dari Qatadah dari Anas, ia berkata, “Rasulullah tidak pernah makan di atas meja makan, dan tidak pernah makan roti empuk hingga beliau meninggal”.

ooOoo

×
Berita Terbaru Update