Seri “Mencintai Nabi SAW Lebih Dekat”
Ringkasan Kitab Syamail Al-Muhammadiyah
Karya Imam At-Tirmidzi, Terbitan Ummul Qura.
(Terbit Setiap Jum’at Selama Momentum Mauludun Nabiy)
Diasuh Oleh Saifuddin A. Rasyid
Materi sesi ini merupakan bagian dari : Bab 29 Gelas Minum Rasulullah(2 hadis), Bab 30 Buah buahan Yang Dimakan Rasulullah (7 hadis).
Gelas Minum Rasulullah
- Al Husain bin Al Aswad Al Baghdadi, dari Tsabit, ia berkata, “Anas bin Malik pernah memperlihatkan kepada kami gelas Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras dan dipatri dengan besi. Kemudian Anas berkata kepadaku, ‘Wahai Tsabit, inilah gelas Rasulullah’.”
- Abdullah bin Abdurrahman dari Anas ia berkata, “Sungguh telah kutuangkan kedalam gelas ini berbagai minuman untuk Rasulullah: air, nabidz (rendaman kurma), madu dan susu.”
Buah buahan Yang Dimakan Rasulullah
- Ismail bin Musa bin Al Fazari, dari Abdullah bin Ja’far, ia berkata, Nabi SAW memakan qitsa (sejenis mentimun tetapi ukurannya lebih besar) dengan ruthab (kurma yang baru masak).”
- 2. Abdah bin Abdillah Al Khuza’i Al Bashari, dari Aisyah, “Sesunggunya Nabi SAW memakan semangka dengan ruthab.”
- Ibrahim bin Ya’qub, dari Wahb - sahabat Anas bin Malik, berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah memadukan semangka dengan ruthab (untuk dimakan).”
- Muhammad bin Yahya, dari Aisyah, “Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengan ruthab.”
- Qutaibah bin Sa’id, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Apabila para sahabat menyaksikan buah pertama dari sebuah pohon maka mereka segera membawanya kepada Rasulullah. Dan setelah menerimanya berliau berdo’a, ‘Ya Allah berkahilah kami pada buah buahan kami, pada kota kami, dan berkahilah pula kepada kami pada sha’ dan mud kami. Ya Allah sesungguhnya Ibrahim adalah hambaMu, kekasihMu, dan NabiMu. Dan bahwasanya aku adalah hambaMu dan NabiMu. Ibrahim telah berdo’a untuk Makkah, dan aku berdo’a untuk Madinah seperti ia (Ibrahim) berdo’a untuk Makkah, dan keberkahan juga sepertinya.’ Kemudian beliau memanggil anak paling kecil yang beliau lihat, lalu memberikan buah tersebut kepadanya.”
- Muhammad bin Humaid Ar-Razi, dari Ar-Rabi’ binti Mu’awwidz bin Afra’, ia berkata, “Mu’az bin Afra’ mengutusku membawa satu baki kurma yang baru masak dan mentimun yang berbulu halus untuk diberikan kepada Rasulullah, beliau memang menyukai mentimun. Saat itu beliau membawa perhiasan emas yang baru tiba dari Bahrain, maka beliau memenuhi telapak tangannya dengan perhiasan emas itu dan memberikannya kepadaku.”
- Ali bin Hujr, dari Ar Rabi’ binti Mu’awwidz bin Afra’, ia berkata, “Aku menghadap Rasulullah dengan membawa satu baki kurma yang baru masak dan mentimun muda. Kemudian beliau memberiku perhiasan, sepenuh telapak tangan,” atau ia mengatakan “emas.”
oOo
