Intisari Kultum Zuhur
Oleh Dr. Syahminan
Waktu: Senin, 19 Ramadhan 1447 H / 9 Maret 2026
Tempat: Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Dalam kultum Zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Syahminan menyampaikan beberapa pesan penting tentang makna kedekatan seorang hamba dengan Allah, terutama di bulan Ramadhan.
Salah satu ayat yang disorot adalah QS. Al-Baqarah ayat 186. Dalam ayat ini terdapat pertanyaan tentang Allah, namun berbeda dengan ayat lain, Allah langsung menjawabnya sendiri tanpa perantara Rasulullah. Hal ini menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan hamba-Nya. Allah selalu mendengar doa dan seruan orang-orang yang memohon kepada-Nya.
Puasa Ramadhan menjadi salah satu media untuk mendekatkan diri kepada Allah. Melalui puasa, seorang hamba dilatih untuk merasakan kehadiran Allah dalam setiap aktivitasnya, sehingga muncul keyakinan bahwa Allah benar-benar dekat dengan hamba-Nya.
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang berisi tiga permohonan penting, yaitu memohon ilmu yang bermanfaat (nafi’an), rezeki yang baik (thayyiban), dan amal yang diterima (mutaqabbalan). Sebab, ilmu yang banyak tetapi tidak bermanfaat, rezeki yang banyak tetapi tidak baik, serta amal yang tidak diterima oleh Allah merupakan sesuatu yang sia-sia.
Selain itu, disampaikan pula doa yang dinisbatkan kepada Nabi Daud AS. Dalam doa tersebut terdapat empat hal yang dimohonkan kepada Allah:
- Lisan yang senantiasa berzikir kepada Allah.
- Hati yang selalu bersyukur.
- Badan yang sehat.
- Pasangan hidup yang membantu dalam urusan agama, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
Di sisi lain, manusia juga dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal:
- Anak yang mendominasi dan tidak menghormati orang tuanya.
- Istri yang membuat suami mengalami kesulitan hingga “memutihkan rambut sebelum waktunya”.
- Harta yang justru menjadi sebab azab di akhirat.
- Tetangga yang menutupi kebaikan kita namun membuka dan menyebarkan aib serta kekurangan kita.
Melalui pesan-pesan ini, kultum mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki doa-doa kita, serta memohon kebaikan yang membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
