-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Puasa dan Warisan Kesalehan untuk Generasi Mendatang

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T11:51:56Z

 


Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry 

Banda Aceh

Oleh: Ir. Saiful Hadi, M.T | Selasa, 20 Ramadhan 1447 H / 10 Maret 2026


Al-Rasyid.id - Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk menumbuhkan ketakwaan dalam diri setiap mukmin. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah menggunakan kata “la’alla” yang sering dipahami sebagai harapan. Namun dalam konteks ayat ini, kata tersebut bermakna tahqiq (penegasan), bukan sekadar harapan. Artinya, puasa adalah jalan yang pasti menuntun seorang mukmin menuju derajat takwa, jika dijalani dengan kesungguhan.


Dalam kultum ini juga disampaikan kisah inspiratif tentang perjalanan Nabi Musa bersama Khaydir dalam Surah Al-Kahf ayat 82. Dalam kisah tersebut, Khaydir memperbaiki dinding rumah milik dua anak yatim yang hampir roboh tanpa meminta upah. Tindakan itu menyimpan hikmah besar: di bawah dinding itu tersimpan harta peninggalan ayah mereka yang saleh, sehingga Allah menjaga harta tersebut sampai anak-anak itu dewasa.


Kisah ini memberikan pelajaran penting bahwa kesalehan orang tua memiliki dampak besar bagi kehidupan anak-anaknya. Amal kebaikan dan ketakwaan yang dilakukan orang tua dapat menjadi sebab Allah menjaga, melindungi, dan memberi keberkahan kepada generasi setelahnya.


Karena itu, salah satu warisan paling berharga yang dapat diberikan kepada anak dan generasi mendatang bukan hanya harta, tetapi kesalehan dan nilai-nilai kebaikan. Kesalehan itu bisa menjadi pelindung bagi mereka, bahkan ketika kita sudah tidak lagi berada di dunia.


Ramadhan juga mengingatkan kita bahwa masih banyak pintu kebaikan yang bisa dilakukan. Selain berpuasa dan melaksanakan shalat sunnah, setiap amal baik yang dilakukan dengan ikhlas berpotensi menjadi jalan menuju keberkahan dan keridhaan Allah. Kita tidak pernah tahu amal mana yang akan menjadi sebab keselamatan dan membawa kita menuju surga.


Karena itu, mari memanfaatkan sisa Ramadhan dengan memperbanyak kebaikan dan menanamkan nilai kesalehan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai warisan bagi generasi yang akan datang.

×
Berita Terbaru Update