-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kultum Zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry: Dr. Sabirin, M.Si Ajak Umat Aktif Jalankan Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T07:14:58Z

 


Al-Rasyid.id | Banda Aceh – Dr. Sabirin, M.Si  mengingatkan pentingnya peran setiap Muslim dalam menjalankan tugas dakwah saat menyampaikan kultum Zuhur pada Rabu, 21 Ramadhan 1447 H / 11 Maret 2026 di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh.


Dalam tausiyahnya, Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry ini menegaskan bahwa kewajiban berdakwah tidak hanya berlaku bagi ulama atau pemimpin, tetapi juga bagi seluruh umat Islam. Hal ini, menurutnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 104 yang memerintahkan agar ada sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari kemungkaran.


“Setiap kita, baik pemimpin maupun rakyat biasa, memiliki tanggung jawab menjalankan dakwah. Dakwah itu dapat diwujudkan dengan inisiatif untuk mendorong amar makruf dan mencegah kemungkaran di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja,” ujarnya.


Dr. Sabirin juga menyinggung sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di Sumatera baru-baru ini. Menurutnya, ada indikasi bahwa tugas dakwah seringkali terabaikan sehingga kemungkaran dibiarkan berlangsung hingga menimbulkan kerusakan. Padahal, Al-Qur’an dengan jelas melarang manusia membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 56 dan 85.


Ia menilai, pembiaran terhadap kemungkaran juga sering terjadi dalam hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah sembarangan atau membiarkan puntung rokok berserakan di lingkungan sekitar.


“Hal-hal kecil seperti ini sebenarnya bagian dari kemungkaran yang sering dibiarkan. Padahal jika dibiarkan terus menerus, akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan panduan tentang cara mencegah kemungkaran, yakni dengan tangan atau kekuasaan, dengan lisan atau tulisan, dan jika tidak mampu maka dengan hati, yang disebut sebagai selemah-lemahnya iman.


Di akhir kultumnya, Dr. Sabirin mengajak seluruh jamaah untuk lebih peduli dan mengambil inisiatif dalam menjalankan tugas dakwah, sebagai langkah menebarkan kebaikan dan membangun kemaslahatan umat manusia.

×
Berita Terbaru Update