-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Prof. T. Zulfikar: Pemimpin Ideal Meneladani Nabi sebagai “Servant Leader

Kamis, 12 Maret 2026 | Maret 12, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T16:44:20Z


Al-Rasyid.Id| Banda Aceh – Dosen dan cendekiawan Muslim, Prof. T. Zulfikar, menyampaikan bahwa kepemimpinan dalam Islam seharusnya meneladani sikap Muhammad sebagai nabi yang melayani umatnya (servant prophet), bukan sebagai penguasa yang menempatkan diri seperti raja.


Hal tersebut disampaikan dalam kultum Zuhur di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (12/3/2026) bertepatan dengan 22 Ramadhan 1447 H.


Dalam ceramahnya, Wakil Direktur Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diberi pilihan oleh Allah untuk menjadi nabi dengan kekuasaan seperti raja atau menjadi nabi yang melayani umatnya. Namun Rasulullah memilih menjadi nabi pelayan (servant prophet).


Menurutnya, pilihan tersebut justru menjadikan Nabi Muhammad memiliki kedudukan yang sangat mulia di antara para nabi. “Beliau menjadi penghulu para nabi dan rasul, yang terakhir diwafatkan dan yang paling awal dibangkitkan di antara para nabi,” ujarnya.


Prof. Zulfikar menambahkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi para pemimpin di berbagai level. Kepemimpinan ideal adalah kepemimpinan yang melayani, atau yang dikenal dengan konsep servant leadership, yakni pemimpin yang hadir untuk melayani bawahan maupun rakyatnya.


Sebaliknya, sikap yang bertentangan dengan kepemimpinan melayani adalah kesombongan, keangkuhan, dan sifat kibr yang menjadikan seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain.


Dalam kesempatan itu ia juga menyinggung kisah Sulaiman yang diberikan kelebihan luar biasa oleh Allah SWT, termasuk kekuasaan besar dan berbagai fasilitas istimewa. Namun, ketika sempat muncul rasa bangga diri, Allah segera menegur beliau.



“Setelah itu Nabi Sulaiman memohon ampun kepada Allah dan meminta bimbingan-Nya agar mampu menjalani kehidupan yang baik serta menunaikan tugas kenabian dengan benar,” jelasnya.


Kisah tersebut, lanjut Prof. Zulfikar, menjadi pelajaran penting bahwa bahkan seorang nabi yang memiliki kelebihan luar biasa pun tetap berusaha menghindari sifat arogan dan selalu tunduk kepada Allah SWT.


Ia mengingatkan bahwa setiap pemimpin hendaknya menjauhi kesombongan dan lebih mengedepankan sikap melayani, sebagaimana teladan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW.

×
Berita Terbaru Update