Al-Rasyid.id | Aceh Besar - H. Muhajirul Fadhli, Lc., MA menyampaikan tausiyah pada Subuh Rabu, 21 Ramadhan 1447 H atau 11 Maret 2026 di Masjid Jamik Baitul Jannah, Kemukiman Tungkop, Darussalam, Aceh Besar. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah tentang pentingnya memperhatikan adab-adab saat membaca Alquran agar bacaan tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Dalam tausiyah tersebut, akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh tersebut menjelaskan bahwa adab membaca Alquran terbagi dalam beberapa aspek, mulai dari adab batin hingga adab ketika berinteraksi dengan mushaf.
Pertama adalah adab batin, yaitu membaca Alquran dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Ia menegaskan bahwa Alquran tidak seharusnya dibaca karena motivasi lain seperti mencari pujian atau kepentingan duniawi.
Kedua adalah adab zahir saat membaca Alquran. Di antaranya, membaca dalam keadaan berwudhu, menjaga kesucian badan dan pakaian, tidak membaca di tempat yang tidak pantas seperti dekat kamar mandi, memilih tempat yang suci, serta dianjurkan menghadap kiblat.
Ketiga adalah adab ketika tilawah. Ia menjelaskan bahwa pembaca Alquran dianjurkan membaca ta’awudz untuk memohon perlindungan dari godaan setan, kemudian membaca basmalah di awal surat. Selain itu, bacaan hendaknya dilakukan dengan tartil, dengan suara lembut, serta memperhatikan kaidah makhraj dan tajwid agar setiap huruf dilafalkan dengan benar.
Keempat, ia menekankan pentingnya menjaga kesahihan bacaan Alquran. Jamaah diingatkan agar tidak menambah huruf, tidak mengurangi huruf, tidak mengganti huruf, serta tetap memperdengarkan bacaan meskipun secara lirih kepada diri sendiri. Selain itu, mushaf Alquran tidak sepatutnya diletakkan langsung di lantai, melainkan pada tempat yang lebih tinggi sebagai bentuk penghormatan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan adab terhadap mushaf Alquran, seperti memastikan diri dalam keadaan suci dari hadas saat menyentuhnya, membawa mushaf dengan mendekapkannya ke dada, serta menyerahkan dan menerimanya dengan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan.
Menurutnya, jika adab-adab tersebut dijaga, maka pembaca Alquran akan memperoleh berbagai keutamaan, di antaranya turunnya ketenangan (sakinah) dalam hati, diliputi rahmat dan kasih sayang Allah SWT, dinaungi para malaikat dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi hamba yang dibanggakan Allah di hadapan para malaikat.
Tausiyah Subuh tersebut diikuti dengan khidmat oleh jamaah yang memadati masjid selama bulan suci Ramadhan. Ceramah ini sekaligus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak hanya memperbanyak tilawah Alquran, tetapi juga menjaga adab dalam membacanya.
(Laporan Saif)
