Al-Rasyid.id | Aceh Besar – Tgk Saifuddin A. Rasyid, akademisi dan penganjur moderasi beragama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengimbau masyarakat untuk mengedepankan kesabaran dan niat ibadah karena Allah dalam menghadapi perbedaan pandangan di masjid.
Hal tersebut disampaikannya merespons situasi pasca tertundanya rencana pengukuhan Imuem Syik di Masjid Abu Indrapuri, Aceh Besar, pada Kamis (2/4/2026) pagi tadi.
Kepada awak media, Tgk Saifuddin yang juga Imuem Syik Masjid Jami’ Baitul Jannah Kemukiman Tungkop Darussalam Aceh Besar menyayangkan terjadinya ketegangan di lingkungan masjid. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat persatuan umat, terlebih di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi umat Islam.
“Kita jangan mudah terprovokasi oleh nafsu dalam menyikapi perbedaan, terutama dalam persoalan furu’iyah. Yang harus dikedepankan adalah persamaan yang saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dengan hati yang tenang, demi mengharap pertolongan dan ridha Allah SWT. Tgk Saifuddin juga mengingatkan pesan dalam hadis qudsi bahwa pertolongan Allah akan turun kepada umat yang menjaga kebersamaan dan kekompakan.
Terkait polemik pengangkatan Imuem Syik yang kini telah masuk ke ranah hukum, ia mengajak semua pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan dan menunggu keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
“Tidak perlu ada pihak yang tergesa-gesa apalagi memaksakan kehendak,” tambahnya yang juga menjabat sebagai Bendahara ICMI Aceh.
Lebih lanjut, ia menilai konflik di masjid merupakan suatu kemunduran. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi pusat kemajuan umat melalui program pemberdayaan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Masjid adalah rumah bersama umat Islam, tanpa sekat primordial, organisasi, atau kepentingan politik. Filosofinya, masjid adalah rumah tanpa kamar semua jamaah berdiri dalam satu shaf yang sama di hadapan Allah,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Tgk Saifuddin yang juga Imam Besar Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry menganjurkan seluruh pihak untuk bersabar dan mengedepankan kemaslahatan umat secara luas.
“Pikirkan kepentingan umat secara keseluruhan, bukan kepentingan kelompok,” pungkasnya.
.jpg)