Banda Aceh - 1 April 2026 – Guru Besar Siyasah Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof. Hasanuddin Yusuf Adan, menegaskan bahwa sumber utama kekacauan dalam kehidupan manusia adalah karena menjauh dari ajaran Al-Qur’an. Hal tersebut disampaikan dalam tausiyah zuhur di Masjid Fathun Qarib, Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (1/4/2026).
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah mengklasifikasikan orang kafir ke dalam beberapa kategori. Di antaranya adalah kafir zimmi, yakni non-Muslim yang memiliki perjanjian dan hidup damai bersama umat Islam, sehingga dapat hidup bertetangga dan bekerja sama dalam kehidupan sosial.
Selain itu, ia menyebut adanya kafir harbi, yaitu pihak non-Muslim yang memusuhi dan mengancam keamanan umat Islam. Menurutnya, kelompok inilah yang dalam literatur fikih klasik dianggap sebagai pihak yang harus dilawan karena sikap permusuhan dan ancamannya terhadap umat.
Dalam konteks geopolitik modern, Prof Hasanuddin menyinggung konflik global dan menyebut Zionisme serta sekutunya sebagai contoh pihak yang bersikap memusuhi umat Islam. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak menjalin kerja sama dengan pihak yang dinilai merugikan kepentingan umat.
Ia juga menyoroti peran para pemimpin, termasuk pimpinan perguruan tinggi dan institusi strategis, agar memastikan kebijakan dan kerja sama yang dilakukan berpihak pada kemaslahatan umat Islam. Menurutnya, sebagian pemimpin di dunia Islam saat ini dinilai lebih mengikuti kepentingan kekuasaan daripada kepentingan umat.
Dalam tausiyah tersebut, Prof Hasanuddin turut mengkritik sikap sejumlah negara, termasuk negara-negara Timur Tengah dan kebijakan pemerintah Indonesia yang dinilainya belum cukup tegas dalam menyikapi konflik Palestina dan hubungan dengan Israel serta Amerika Serikat.
Ia juga menyinggung perkembangan konflik internasional terkini yang melibatkan Iran dan Israel. Saat ini, ketegangan di kawasan Timur Tengah memang sedang meningkat dengan serangkaian serangan militer antara Israel dan Iran serta keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi militer di kawasan tersebut.
Dalam pandangannya, perlawanan Iran terhadap Israel dipandang sebagai bentuk perimbangan terhadap dominasi kekuatan besar di kawasan. Ia mengajak jamaah untuk mendoakan kemenangan pihak yang dinilai membela kepentingan umat Islam.
Menutup ceramahnya, Prof Hasanuddin mengajak umat Islam untuk tidak memperbesar perbedaan mazhab, termasuk perbedaan antara Sunni dan Syiah, di tengah kondisi umat yang sedang menghadapi berbagai tekanan global. Ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam dalam menghadapi pihak-pihak yang dianggap ingin melemahkan dunia Islam.
Laporan Saif
.jpg)