-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Cerdas Menyiasati Waktu di Tengah Derasnya Arus Informasi

Minggu, 14 Juni 2026 | Juni 14, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T12:56:13Z


Al-Rasyid.id | Banda Aceh, 13 Juni 2026 – Sebagai seorang mukmin, umat Islam perlu cerdas menyiasati waktu di tengah dahsyatnya pengaruh arus informasi saat ini agar tidak terjerumus terlalu jauh dalam kerugian hidup. Pasalnya, waktu yang dimiliki manusia di dunia sangat singkat dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.


Hal tersebut disampaikan pendakwah, Dr. Mujtahid Anwar, dalam tausiyah Safari Subuh Sabtu (S3) yang berlangsung di Masjid Al-Wustha Jeulingke, Gampong Jeulingke, Kota Banda Aceh, Sabtu pagi, 27 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan 13 Juni 2026.


Dalam tausiyahnya, Dr. Mujtahid Anwar mengingatkan bahwa banyak manusia lalai dalam mengelola waktu. Tidak sedikit yang larut dalam aktivitas yang kurang bermanfaat, berhura-hura, bermain-main, serta berbagai perbuatan lagha yang menghabiskan usia tanpa menghasilkan nilai kebaikan bagi kehidupan dunia maupun akhirat.


“Seorang mukmin yang cerdas akan selalu mengingat tujuan hidupnya. Dengan waktu yang terbatas, ia berusaha mencapai target dan tujuan mengapa Allah menghidupkannya di dunia ini,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya tentang singkatnya kehidupan manusia. Realitas tersebut kini semakin dirasakan, di mana waktu seolah berjalan sangat cepat dan usia terasa berlalu tanpa disadari.


Menurutnya, Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas melalui Surah Al-’Ashr. Dalam surah tersebut ditegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang segera menyadari kondisi tersebut dan melakukan langkah-langkah penyelamatan yang telah ditetapkan Allah.


“Dari penafsiran para ulama dapat dipahami bahwa sumpah Allah dengan waktu atau Al-’Ashr merujuk pada waktu yang telah kita gunakan dan jalani. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali, sehingga harus menjadi bahan evaluasi bagi setiap mukmin,” katanya.


Ia menjelaskan bahwa empat poin yang disebutkan dalam Surah Al-’Ashr merupakan bentuk kontrol sosial dan spiritual yang dapat dijadikan cermin dalam melanjutkan sisa perjalanan hidup ke depan.


Langkah pertama adalah mempertahankan dan menjaga keimanan dari berbagai anasir kemaksiatan serta tantangan zaman yang berpotensi merusak akidah dan kualitas iman seorang muslim.


Langkah kedua adalah memperbanyak amal saleh dengan senantiasa melakukan perbuatan baik, menjauhi perbuatan buruk, serta menghidupkan misi amar makruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari.


Langkah ketiga ialah saling menguatkan sesama muslim, baik dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat, melalui budaya saling menasihati dalam kebaikan dan kebenaran.


Sedangkan langkah keempat adalah membangun semangat saling menasihati, menguatkan, dan membantu satu sama lain dalam mengarusutamakan kesabaran ketika menghadapi berbagai ujian dan tantangan kehidupan.


“Empat langkah yang Allah sebutkan dalam Surah Al-’Ashr ini menjadi panduan agar manusia tidak terjebak dalam kerugian. Jika dijalankan secara konsisten, maka waktu yang singkat akan bernilai besar di sisi Allah SWT,” pungkasnya.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update