Al-Rasyid.id | Banda Aceh – Manusia diciptakan Allah SWT dengan tujuan yang sangat jelas, yakni semata-mata untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. Tidak ada tujuan lain dari kehidupan ini selain mengabdi kepada Allah, sehingga setiap muslim hendaknya tidak pernah melupakan tujuan tersebut, meskipun menghadapi berbagai tantangan hidup yang berat.
Pesan tersebut disampaikan penceramah, Ustaz Muhammad Hafiz Auji, Lc, dalam tausiyah Safari Subuh Sabtu (S3) yang berlangsung pada Sabtu, 12 Muharram 1448 H bertepatan dengan 27 Juni 2026, di Meunasah Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Hafiz Auji mengingatkan bahwa seorang mukmin harus senantiasa berhati-hati terhadap kecenderungan hati, ucapan, maupun perbuatan yang dapat mencederai keimanan. Menurutnya, menjaga kemurnian tauhid merupakan kewajiban utama setiap muslim.
“Jadikanlah hanya Allah sebagai Tuhan yang kita sembah. Jauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan, sekecil apa pun, karena dosa yang dianggap ringan dapat menjadi sebab jauhnya seseorang dari rahmat Allah apabila tidak disertai taubat,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan, dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW, serta tuntunan para ulama yang lurus dalam memahami agama.
Menurutnya, seorang muslim harus terus mempelajari dan memahami seluruh perintah Allah, baik yang berupa ibadah rutin maupun berbagai amal kebajikan yang diniatkan semata-mata karena Allah SWT. Ilmu yang telah dipelajari juga harus diamalkan sehingga memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas ibadah dan mengantarkan seseorang meraih ridha Allah.
“Jangan biarkan ilmu hanya menjadi pengetahuan tanpa diamalkan. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang melahirkan amal saleh dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.
Muhammad Hafiz Auji menambahkan bahwa setiap hamba akan diuji oleh Allah dalam kesabaran menjalankan ibadah. Karena itu, umat Islam dituntut terus memperbaiki diri agar menjadi teladan (qudwah hasanah) bagi lingkungan sekitarnya serta menjadi sebab hadirnya berbagai kebaikan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak dengan keteladanan akhlak, ibadah, dan perilaku mulia. Keteladanan tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang kokoh dalam keimanan.
Selain itu, ia mengajak jamaah untuk senantiasa istiqamah dalam menjalankan ibadah dan amal saleh, tetap teguh di atas kebenaran, serta saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran meskipun hal tersebut tidak mudah dilakukan.
“Kesabaran dalam agama bukan hanya ketika menghadapi musibah, tetapi juga kesabaran dalam melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, Muhammad Hafiz Auji mengingatkan pentingnya tidak meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang mengetahui amal mana yang menjadi sebab turunnya ridha Allah dan mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Ia juga mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak-anak, remaja, dan para pemuda Islam agar tetap teguh dalam iman dan Islam, memiliki akhlak yang mulia, serta tidak mudah terpengaruh oleh budaya dan perilaku maksiat yang semakin menjauhkan manusia dari ajaran agama. Menurutnya, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama demi melahirkan generasi yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah dalam menghadapi tantangan zaman.
Laporan Saif