-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ta’awuz Menjadi Benteng Muslim dalam Setiap Ruang Kehidupan

Minggu, 12 Juli 2026 | Juli 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-12T17:50:53Z

 


Al-Rasyid.id | Banda Aceh – Setiap Muslim diperintahkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT, bukan hanya ketika hendak membaca Al-Qur’an, tetapi dalam seluruh waktu dan ruang kehidupan. Perlindungan itu terutama dari godaan setan yang terus berupaya menyesatkan manusia agar terjerumus ke dalam kemaksiatan dan menyimpang dari jalan agama.


Hal tersebut disampaikan penceramah yang juga dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Syekh Syahminan bin Adnan, dalam kajian rutin Sabtu malam di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026), bertepatan dengan 26 Muharram 1448 Hijriah.


Dalam kajiannya, Syekh Syahminan menjelaskan bahwa ta’awuz atau membaca a’udzu billahi minas-syaithanir rajim merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu melindungi manusia dari tipu daya setan.


“Godaan setan tidak pernah berhenti. Karena itu, seorang Muslim diperintahkan untuk selalu berlindung kepada Allah, bukan hanya saat membaca Al-Qur’an, tetapi dalam seluruh aktivitas kehidupan,” ujarnya.


Ia kemudian mencontohkan doa-doa Nabi Daud AS yang senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai bentuk ujian kehidupan. Di antaranya, Nabi Daud memohon agar dijauhkan dari anak yang kelak menjadi beban sehingga menyebabkan dirinya mendapat azab setelah wafat.


Selain itu, Nabi Daud juga memohon kepada Allah agar dikaruniai rezeki yang baik serta dilindungi dari harta yang justru menjadi malapetaka baginya di alam kubur. Menurut Syekh Syahminan, rezeki bukan sekadar harta benda, melainkan segala sesuatu yang menunjang kehidupan dan membawa keberkahan, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia.


Ia menjelaskan bahwa seorang Mukmin hendaknya memohon agar seluruh nikmat yang diberikan Allah menjadi rezeki yang bermanfaat dan bernilai kekal (baqa’), bukan sekadar kenikmatan dunia yang akan sirna.


Syekh Syahminan juga mengingatkan bahwa orang yang telah meninggal dunia pun tetap memperoleh limpahan rezeki dari Allah. Ia mengutip firman Allah SWT yang artinya: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah bahwa mereka itu mati. Bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqarah: 154).


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Nabi Daud juga memohon kepada Allah agar dikaruniai pasangan yang menjadi pendukung dalam amal kebajikan, serta berlindung dari pasangan yang justru menyulitkan suaminya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.


Tidak hanya itu, Nabi Daud juga berlindung dari tetangga yang tidak jujur, yakni mereka yang diam ketika melihat kebaikan seseorang, tetapi menyebarluaskan setiap kesalahan yang dilakukan tetangganya.


Menutup kajiannya, Syekh Syahminan mengutip pandangan Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi yang menegaskan pentingnya membiasakan ta’awuz dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap Muslim hendaknya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari godaan setan, diberi keluarga yang saleh, rezeki yang berkah, lingkungan yang baik, serta kehidupan yang mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update