-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ceramah Subuh di Masjid Jamik Baitul Jannah Tungkop, Abi Daud Hasbi: Jaga Iman, Hidupkan Sunnah Nabi untuk Meraih Husnul Khatimah

Selasa, 25 Agustus 2026 | Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T14:40:36Z


ACEH BESAR — Ulama kharismatik Aceh, Abi Daud Hasbi, mengingatkan umat Islam agar terus menjaga keimanan, memperbanyak ibadah, dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW sebagai bekal untuk meraih husnul khatimah.


Pesan tersebut disampaikan Abi Daud Hasbi dalam ceramah pada kegiatan Safari Subuh Damai (Sumai) di Masjid Jamik Baitul Jannah, Kemukiman Tungkop, Darussalam, Aceh Besar, Selasa subuh, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.


Mengawali tausiyahnya, Abi Daud Hasbi mengajak jamaah mensyukuri kesempatan dan kesehatan yang masih diberikan Allah SWT dengan terus beribadah.


“Alhamdulillah, sejauh masih ada kesempatan dan kesehatan, kita terus beribadah kepada Allah agar insyaallah mendapat husnul khatimah,” pesannya.


Menurutnya, setiap muslim hendaknya mempersiapkan diri menghadapi akhir kehidupan dengan memperbanyak amal saleh dan membiasakan lisan mengucapkan kalimat-kalimat kebaikan.


Ia mengingatkan, pada akhir kehidupan, seorang muslim tentu berharap mampu mengucapkan kalimah tayyibah, lā ilāha illallāh. Namun, kemampuan mengucapkannya bukan semata-mata karena tenaga yang dimiliki, melainkan karena kebiasaan yang dibangun sepanjang kehidupan.


“Yang mampu menggerakkan lidah kita untuk mengucapkan kalimah tayyibah itu bukan tenaga kita, tetapi amal kita dan kebiasaan lisan kita sehari-hari dalam mengucapkan kalimat tayyibah, zikir dan salawat kepada Baginda Nabi SAW,” ujarnya.


Waspadai Tantangan Keimanan


Abi Daud Hasbi juga mengingatkan bahwa umat Islam saat ini menghadapi banyak tantangan dalam mempertahankan keimanan dan keislaman. Karena itu, umat perlu meningkatkan kewaspadaan agar berbagai kemungkaran dan kemaksiatan tidak merusak masa depan generasi Muslim.


Menurutnya, umat Islam perlu belajar dari umat-umat terdahulu yang mengalami kehancuran akibat kemungkaran dan kemaksiatan kepada Allah SWT.


“Banyak tantangan yang kita hadapi saat ini dalam upaya mempertahankan keimanan dan keislaman kita. Maka sebagai muslim perlu mewaspadainya sebelum umat ini rusak masa depannya,” katanya.


Dalam menghadapi tantangan tersebut, ia menekankan pentingnya mengikat diri dengan Rasulullah SAW melalui kecintaan, keteladanan terhadap akhlak, serta menghidupkan sunnah beliau.


“Di sinilah penting kita ikat diri kita dengan Rasulullah SAW agar hidup kita selamat,” ujarnya.


Memaknai 12 Rabiul Awal


Berkenaan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal, Abi Daud Hasbi menjelaskan bahwa kelahiran Rasulullah SAW bukan sebuah kebetulan, tetapi berada dalam kehendak Allah SWT, dalam qudrah dan iradah-Nya.


Ia kemudian mengisahkan bagaimana kakek Rasulullah SAW, Abdul Muthalib, mengekspresikan kegembiraannya atas kelahiran cucunya yang mulia tersebut.


Abdul Muthalib, kata Abi Daud, membawa cucunya yang baru lahir itu ke sekitar Ka’bah untuk bertawaf. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi gambaran bagaimana kelahiran seorang anak dapat disambut dengan kegembiraan dan rasa syukur, termasuk dengan mendekatkan anak kepada masjid serta berbagi makanan kepada masyarakat.


Abi Daud juga menyampaikan kisah tentang Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW, yang disebut dalam sejumlah literatur sirah dan syarah hadis bergembira ketika mendapat kabar kelahiran keponakannya itu dan kemudian memerdekakan budaknya, Tsuwaibah.


Kisah mengenai Abu Lahab yang diringankan azabnya setiap hari Senin karena kegembiraannya atas kelahiran Nabi memang dikenal dalam literatur hadis dan sirah, tetapi status riwayat tersebut perlu disampaikan secara hati-hati karena terdapat perbedaan penilaian ulama terhadap kekuatan sanad dan maknanya. (Islam-QA⁠)


Cinta Nabi Dibuktikan dengan Sunnah


Abi Daud Hasbi menegaskan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan ungkapan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui akhlak dan pengamalan sunnah beliau.


Ia mengutip riwayat yang berbunyi:


“مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ”


“Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku; dan barang siapa mencintaiku, ia akan bersamaku di dalam surga.”


Riwayat tersebut tercantum dalam Sunan at-Tirmidzi, meskipun para ulama hadis memberikan penilaian yang berbeda terhadap sanadnya. (dorar.net⁠)


Karena itu, Abi Daud mengajak jamaah menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai energi untuk memperbaiki kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, para ulama menganjurkan umat Islam menghidupkan momentum kelahiran Rasulullah SAW dengan berbagai amal kebajikan yang memperkuat kebersamaan dan persaudaraan kaum Muslimin.


Di antaranya dengan menyediakan makanan, menyantuni anak yatim, memperbanyak salawat, serta saling mengingatkan kembali pelajaran dari sejarah dan perjuangan Rasulullah SAW.


“Dengan cara menyediakan makanan, menyantuni anak yatim, saling mengingatkan pelajaran dari kisah perjuangan Rasulullah, itu akan memberikan kebaikan untuk mendapatkan syafaat bersama Nabi dalam surga Jannatun Na’im,” katanya.


Membesarkan Maulid dengan Akhlak Nabi


Lebih jauh Abi Daud Hasbi menekankan bahwa cara terbaik membesarkan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengikuti akhlak beliau dan menjalankan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.


Salah satu sunnah yang ditekankannya adalah shalat berjamaah. Rasulullah SAW, kata Abi Daud, sangat menjaga ibadah tersebut.


Ia juga mengajak jamaah membangun kebiasaan bangun lebih awal pada waktu pagi, kemudian mengisinya dengan mandi, shalat-shalat sunat, membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah SWT.


Doa tersebut, lanjutnya, hendaknya mencakup permohonan keselamatan, keberhasilan, kebaikan, kesehatan, kemudahan menjalani kehidupan, serta kekuatan untuk terus beribadah.


“Dekat dengan Al-Qur’an dengan rutin membaca sebagai sunnah harian Nabi,” pesannya.


Selain itu, Abi Daud mengingatkan pentingnya membiasakan diri bersedekah dan membantu sesama. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan senantiasa membantu para sahabat serta orang-orang yang membutuhkan.


Dengan demikian, menurutnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas iman, memperindah akhlak, memperbanyak ibadah, memperkuat kepedulian sosial dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.


Ia mengajak jamaah Safari Subuh Damai menjadikan momentum 12 Rabiul Awal sebagai kesempatan untuk kembali mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW melalui salawat, ibadah, membaca Al-Qur’an, sedekah, membantu sesama dan membangun kebiasaan hidup yang sesuai dengan tuntunan Nabi.


Dengan membiasakan kebaikan sejak sekarang, umat diharapkan tidak hanya mampu menjalani kehidupan dengan iman dan Islam, tetapi juga memperoleh pertolongan Allah SWT hingga akhir hayat dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.


Laporan Saif

×
Berita Terbaru Update