Oleh: Saifuddin A. Rasyid
Al-Rasyid.id | Selamat datang para mahasiswa baru di kampus kebanggaan masyarakat Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Selamat memulai perjalanan baru sebagai insan akademik. Orientasi akademik telah dimulai dan sebentar lagi aktivitas perkuliahan akan menjadi bagian dari keseharian. Dari sinilah sesungguhnya sebuah perjalanan panjang menuju masa depan dimulai.
Imam Besar bersama seluruh pengurus BKM Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry menyambut kehadiran adik-adik mahasiswa baru dengan penuh rasa bahagia. Masjid kampus ikut menjadi saksi hadirnya generasi baru yang kelak diharapkan menjadi sarjana berilmu, berakhlak, terampil dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa baru bukan hanya menambah jumlah penghuni kampus. Mereka membawa harapan orang tua, keluarga, masyarakat dan bangsa. Di balik setiap mahasiswa yang datang ke kampus, ada doa orang tua, ada pengorbanan keluarga dan ada harapan agar anaknya pulang nanti membawa ilmu, gelar kesarjanaan dan masa depan yang lebih baik.
Karena itu, mumpung masih berada di awal perjalanan, tanamkan niat yang lurus dan kuat.
Tanyakan kepada diri sendiri: Untuk apa saya berada di kampus ini?
Jawabannya harus jelas. Kita datang ke perguruan tinggi untuk menuntut ilmu, membangun kapasitas diri dan meraih kesarjanaan dalam bidang yang telah dipilih. Target itu pun harus memiliki batas waktu. Empat tahun adalah waktu yang ideal untuk menyelesaikan pendidikan sarjana. Kalau dapat lebih cepat dengan tetap menjaga kualitas, tentu lebih baik. Jangan sampai empat tahun berlalu tetapi kita masih sibuk mencari-cari alasan mengapa belum selesai.
Di sinilah pentingnya strategi belajar dan kemampuan mengontrol diri.
Kampus memberikan ruang yang luas untuk berkembang, tetapi kebebasan tanpa pengendalian diri dapat membawa seseorang ke arah yang tidak diinginkan. Mahasiswa harus mampu mengatur waktu, menyusun prioritas, mengikuti perkuliahan dengan disiplin, membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas dan mengevaluasi perkembangan dirinya dari semester ke semester.
Jangan letoi. Jangan santai berlebihan. Jangan sampai ketinggalan kereta.
Kereta pendidikan terus bergerak. Semester berganti, mata kuliah berjalan, tugas datang silih berganti, teman-teman berkembang dan akhirnya wisuda pun tiba. Mereka yang sejak awal memiliki arah dan disiplin akan lebih mudah sampai ke tujuan. Sebaliknya, mereka yang terlalu banyak menunda akan melihat waktu berlari tanpa mampu mengejarnya.
Namun, kehidupan mahasiswa bukan hanya soal indeks prestasi dan jumlah SKS. Ada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu menjaga diri dan menjaga hati.
Banda Aceh adalah kota pendidikan sekaligus kota yang terbuka dengan berbagai pengaruh kehidupan. Mahasiswa akan bertemu dengan banyak orang, berbagai karakter, gaya hidup, komunitas, pemikiran dan kebiasaan. Tidak semuanya buruk, tetapi tidak semuanya pula harus diikuti.
Jangan karena merasa sudah jauh dari pengawasan orang tua, kemudian menganggap kampus sebagai ruang tanpa norma dan aturan. Kebebasan akademik bukan berarti bebas dari nilai kepatutan. Menjadi dewasa bukan berarti boleh melakukan apa saja. Justru kedewasaan ditandai dengan kemampuan memilih mana yang baik dan meninggalkan mana yang dapat merusak diri.
Jaga diri. Jaga hati. Jaga pergaulan.
Jangan sia-siakan kepercayaan orang tua. Mereka mungkin tidak selalu berada di samping kita untuk mengingatkan. Tetapi doa dan harapan mereka selalu menyertai perjalanan kita. Jangan membuat mereka kecewa hanya karena kesalahan dalam memilih pergaulan atau karena terlena oleh kehidupan kota.
Yang tidak kalah penting, jangan pernah meninggalkan ibadah.
Mahasiswa boleh sibuk dengan kuliah, organisasi, penelitian, kegiatan sosial dan berbagai aktivitas kampus. Tetapi ketika waktu shalat tiba, tinggalkan sejenak kesibukan itu dan menghadaplah kepada Allah.
Bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry, Masjid Fathun Qarib semestinya tidak hanya menjadi bangunan yang dilewati ketika menuju ruang kuliah. Jadikan masjid sebagai rumah kedua selama berada di kampus.
Ketika waktu shalat tiba, mari bergegas ke masjid. Ketika memiliki waktu luang, singgahlah ke Masjid Fathun Qarib. Tidak harus selalu untuk shalat. Mahasiswa dapat beristirahat, membaca, berdiskusi dalam kelompok dan melakukan berbagai aktivitas positif. Masjid Fathun Qarib memiliki ruang dan fasilitas yang cukup memadai untuk dimanfaatkan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan yang baik.
Dari masjid, kita berharap lahir mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan matang secara sosial.
Perjalanan empat tahun di kampus juga jangan hanya diisi dengan mengejar nilai. Bangun keterampilan.
Seorang sarjana hari ini dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar selembar ijazah. Latih kemampuan berkomunikasi, menulis, berbicara di depan umum, menggunakan teknologi, bekerja dalam tim, memimpin, memecahkan masalah dan beradaptasi dengan perubahan.
Kelak ketika wisuda tiba, jangan sampai kita hanya membawa ijazah. Bawalah juga kompetensi yang membuat orang lain berkata, “Sarjana ini dapat diandalkan.”
Sebab dunia setelah kampus adalah dunia nyata. Persaingan semakin terbuka. Lapangan pekerjaan tidak selalu datang mengetuk pintu. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan dirinya sejak hari pertama kuliah.
Ada beberapa bekal sederhana yang patut dipegang mahasiswa baru.
Pertama, luruskan niat. Belajarlah karena Allah dan untuk membangun masa depan yang bermanfaat.
Kedua, tetapkan target. Tentukan kapan harus selesai dan susun langkah untuk mencapainya.
Ketiga, disiplin mengelola waktu. Jangan biarkan waktu kuliah habis untuk hal-hal yang tidak memberikan manfaat.
Keempat, bangun lingkungan pertemanan yang sehat. Carilah teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan, bukan teman yang menyeret kepada kelalaian.
Kelima, dekatkan diri dengan masjid. Jadikan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an dan majelis ilmu sebagai bagian dari kehidupan kampus.
Keenam, hormati dosen dan pegawai. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan pendidikan kita. Bangun komunikasi yang baik dan santun dengan seluruh sivitas akademika.
Ketujuh, aktiflah mengembangkan keterampilan. Ikuti organisasi, komunitas, pelatihan, seminar, penelitian dan kegiatan positif lainnya, tetapi tetap mampu mengukur prioritas.
Kedelapan, evaluasi diri secara berkala. Setiap semester tanyakan kepada diri sendiri: apa yang sudah saya capai, apa yang belum, dan apa yang harus diperbaiki?
Kesembilan, jaga nama baik diri, keluarga dan almamater. Jejak digital dan perilaku di dunia nyata sama-sama dapat menjadi cermin diri.
Kesepuluh, jangan lupa pulang kepada Allah. Sesibuk apa pun aktivitas akademik, jangan biarkan hubungan dengan Allah semakin jauh.
Para mahasiswa baru yang kami banggakan,
Empat tahun mungkin terasa panjang pada hari pertama. Tetapi percayalah, waktu akan berjalan sangat cepat. Suatu ketika kalian akan berdiri mengenakan toga, menerima ijazah dan melihat orang tua tersenyum bangga dari tempat duduk mereka.
Pada saat itu, kalian akan menyadari bahwa perjalanan tersebut dimulai dari hari-hari pertama ketika menginjakkan kaki di kampus.
Maka mulailah dengan baik.
Jangan menunggu semester berikutnya untuk serius belajar. Jangan menunggu hampir lulus untuk mencari keterampilan. Jangan menunggu mendapat masalah untuk mendekat ke masjid. Jangan menunggu kehilangan kesempatan untuk menghargai waktu.
Mulailah sekarang.
UIN Ar-Raniry bukan sekadar tempat memperoleh gelar kesarjanaan. Ia adalah tempat menempa ilmu, karakter, akhlak dan kesiapan menghadapi kehidupan.
Dan Masjid Fathun Qarib ingin menjadi bagian dari perjalanan itu.
Silakan singgah. Ketika waktu shalat, datanglah untuk berjamaah. Ketika ada waktu luang, datanglah untuk membaca dan beristirahat. Ketika ada tugas kelompok, manfaatkan ruang yang tersedia untuk berdiskusi. Ketika hati sedang lelah, datanglah untuk menenangkan diri.
Di sini kita ingin membangun suasana kampus yang saling menguatkan: mahasiswa menguatkan mahasiswa, mahasiswa menghormati dosen dan pegawai, dosen membimbing mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika saling menjaga dalam kebaikan.
Selamat datang, mahasiswa baru UIN Ar-Raniry.
Selamat belajar. Selamat berjuang. Jaga niat, jaga waktu, jaga ibadah, jaga pergaulan dan jaga kepercayaan orang tua.
Empat tahun bukan waktu untuk bermain-main. Empat tahun adalah perjalanan untuk menyiapkan masa depan.
Jangan letoi.
Jangan terlena.
Jangan sampai ketinggalan kereta.
Semoga Allah memberikan kelancaran, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang baik dan kesuksesan kepada seluruh mahasiswa baru UIN Ar-Raniry. Semoga kelak mereka menjadi sarjana yang bukan hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan.
Selamat datang di kampus kebanggaan masyarakat. Selamat menempuh perjalanan menuju masa depan. Bismillah, mari mulai dengan niat yang lurus dan langkah yang kuat.
Wallahu a’lam
Darussalam 14 Rabiul Awal 1448, 27 Agustus 2026
(Imam besar masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry)
